Minggu, 10 November 2013







Sabtu, 09 November 2013


GLIO merupakan produk pengendali hama dan penyakit tanaman.
GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah. 

GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

MENGAPA MENGGUNAKAN GLIO


  1. Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
  2. Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh GLIO.
  3. Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit.
  4. Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
  5. Selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.
SASARAN
Cabai, Tomat, Kubis, Terong, Bawang merah, Bawang daun, Semangka, Melon, dll.

PATHOGEN / Sumber Infeksi Penyakit
Fungsi/sasaran utama :

  • Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
  • Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)
Fungsi/sasaran lainnya :
  • Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
  • Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)
Catatan :
  • GLIO terutama bersifat prefentif (pencegahan).
  • GLIO terutama mengendalikan penyakit yang berada di tanah.
MEKANISME KERJA GLIO
GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.



 PETUNJUK PENGGUNAAN
  1. Penggunaan langsung, pada tanaman holtikultura dan pangan diberi 1 - 2 gr tiap tanaman pada lubang yang akan ditanami.
  2. Penggunaan bersama pupuk kandang (lebih dianjurkan), 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg , diamkan + 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
  3. Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka 4 Bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan + 1 minggu baru digunakan, dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.











Catatan : waktu pemberian GLIO sore hari.

PERINGATAN
  1. Jangan dicampur dengan pestisida lain.
  2. Simpan ditempat yang sejuk ( suhu 250 - 300 C ) dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Trichoderma harzianum merupakan jamur yang hadir dalam jumlah besar di hampir semua tanah
pertanian dan lingkungan lainnya seperti kayu membusuk. Diantara kegiatan mereka yang lain,
mereka tumbuh tropis menuju hifa dari jamur lain, kumparan tentang mereka dalam reaksi lektin-dimediasi,
dan dinding sel menurunkan dari jamur target. Proses (mycoparasitism) membatasi pertumbuhan
dan aktivitas jamur patogen tanaman. Mycoparasites menghasilkan dinding sel-merendahkan
enzim, yang memungkinkan mereka untuk membuat lubang ke jamur lainnya dan ekstrak nutrisi untuk pertumbuhan mereka sendiri.
Tanaman :
Terong, Kentang, Cabe, Tomat, Ketimun, Cut dan Pot
Bunga, Orchards, Vineyards Hias di rumah kaca, Lawns
dan Pembibitan dll
Target penyakit:
Pythium spp, Ganoderma spp.., Rhizoctonia solani,
Awal penaman… patut diwaspadai hama yang menyerang…!!
Sebelum terlambat…, sedia
Beauveria bassiana sebelum tanaman habis….
Insya Allah ada solusinya….
Beauveria bassiana merupakan agensia hayati ramah lingkungan dan dapat menanggulangi serangan hama yang merugikan antara lain :
- Wereng Coklat (Nilaparvata lugens)
- Wereng Hijau (Nephotetix sp)
- Walang Sangit (Leptorisa acuta)
- Kepinding Tanah (Scotinophora vermiculata)
- Kutu Daun (Aphis sp)
- Penghisap Daun (Helopeltis sp)
- Penggerek Buah (Canopomorpha cramenella)
- Penggerek Buah (Hypothenemus hamperi)
>>> Yang banyak menyerang tanaman kopi / kakau
- Ulat Api (Setothosea asignal)
>>> Yang banyak menyerang kelapa sawit.

Jamur ini akan masuk melalui intersegment kulit serangga sasaran dan dengan prosentase serta chitinase yang dihasilkan akan menyerang kulit serangga sehingga terinfeksi membentuk lapisan putih pada serangga hama(sporal bodies / fruits bodies) dan mengakibatkan kematian serangga hama.